Sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang mendunia, batik tulis memang terkenal dengan harganya yang paling mahal diantara jenis batik lainnya. Selain karena cara pembuatannya cenderung rumit dan memakan waktu paling lama. batik tulis ini juga lebih diunggulkan karena motifnya terbilang sangat eksklusif.

Bagi sebagian orang, mungkin baju batik sudah menjadi pakaian yang biasa digunakan. Apalagi sekarang ada aturan tentang mengenakan batik untuk pegawai negeri maupun pegawai swasta.

Batik menjadi lebih terkenal dan mengenakannya pun tidak perlu canggung lagi. Apalagi untuk anak muda yang biasanya enggan mengenakan batik karena takut dibilang nggak gaul dan kelihatan tradisional.

Padahal, justru ke-tradisional-an batik lah yang membuatnya menjadi salah satu maha karya yang luar biasa. Sampai, orang luar negeri pun sangat suka menggunakan batik sebagai pakaian sehari-hari mereka.

Nah, kalau ngomongin soal batik, tentu pernah terbersit, bagaimana sih membuat batik itu? Terutama batik tulis yang harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis batik lainnya.

Berikut tahap-tahap dan istilah-istilah dalam proses pembuatan kain batik tulis asli mulai dari pembuatan pola pertama sampai pewarnaan terakhir:

1. Nyungging

Proses pertama kali ketika membuat batik tulis yaitu membuat pola di atas kertas yang dikerjakan oleh spesialis pola. Tidak semua orang dapat mengerjakan pola ini.

2. Njaplak

Proses memindahkan gambar atau pola dari kertas ke kain

3. Nglowongi

Di tahap ini, pembatik mulai melekatkan malam/lilin sesuai dengan pola yang telah dibuat.

4. Ngiseni

Memberikan isen-isen (isian) pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan.

5. Ngrentesi

Proses memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis.

6. Nyolet

Memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas

7. Nyumik

Nyumik atau nyumri adalah proses penutupan motif pada kain dengan lilin/malam

8. Mopok

Proses menutup bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ini diiringi dengan nembok, atau menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.

9. Ngelir

Proses pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukkannya ke dalam pewarna alam atau kimia.

10. Nglorod

Nglorod

Proses akhir meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih, kemudian diangin-anginkan sampai kering.

Proses nglorod tergantung pada banyaknya warna yang ingin dihasilkan pada satu helai kain batik. Semakin banyak warna yang diinginkan, semakin banyak proses nglorod yang akan dilakukan.

Itulah mengapa kain batik memiliki nilai dan harga yang lebih tinggi dibandingkan batik-batik lainnya. Proses pengerjaan satu kain batik membutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian dari masing-masing pengrajin batik. Proses pengerjaan yang panjang dan rumit biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *