Kalau sebelumnya kita sudah membahas batik tulis, rasanya kurang lengkap kalau tidak membahas batik cap. Nah kali ini mari kita bahas yang bersangkutan dengan batik cap.

Proses pembuatan Batik Cap tidak seprti proses pembuatan Batik Tulis dalam proses pembuatannnya menggunakan canting, pada proses pembuatan Batik cap alat yang digunakan yaitu cap berupa stempel besar yang terbuat dari tembaga yang sudah disesain dengan motif tertentu dengan dimensi 20x20cm.

Walaupun batik cap terbilang lebih simple dalam pengerjaan dari batik tulis tapi batik cap tetap di kerjakan secara manual dengan tenaga manusia. Memangnya ada batik yang tidak dikerjakan dengan tenaga manusia? Ada donk, nanti bakal kita bahas di artikel selanjutnya. 

Kelebihan Batik Cap:

– Lebih mudah dalam proses pengerjaan batik
– Lebih cepat prosesnya
– Dan yang paling mencolok adalah motifnya yang lebih rapih dan berulang

Kekurangan Batik Cap:

– Desain yang mainstream
– Karena biasanya masuk ke produksi massal, kualitas batik cap pada umumnya tidak terlalu baik
– Dari segi seni terlihat lebih kaku dan motif tidak terlalu detail
– Dan yang pasti kemungkinan memiliki batik yang sama dengan orang lain lebih besar

Alat dan Bahan Batik Cap

Membuat batik cap membutuhkan bahan dan alat yang umum digunakan dalam pembuatan batik. Tapi, ada beberapa alat tambahan yang harus kamu gunakan. Untuk lebih jelasnya, simak bahan dan alat yang dibutuhkan di bawah ini.

1. Canting Cap

Canting cap berfungsi untuk memberikan lilin berbentuk pola batik pada kain mori. Umumnya, canting cap ini dibuat dari plat tembaga yang dibentuk menjadi pola yang diinginkan.

Setelah canting, kamu juga memerlukan meja untuk mengecap kain selama proses pembuatan batik cap. Meja cap ini pengting banget, soalnya kita butuh tempat yang rata untuk mengecap kain.

Alat ini umumnya terdiri dari tiga bagian, bagian muka yang membentuk motif, bagian dasar yang digunakan untuk melekatkan bagian muka, dan tangkai untuk pegangan saat melakukan pengecapan.

2. Meja Cap

Biasanya, meja cap terbuat dari bahan kayu yang panjang dan lebar. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran kain mori. Jadi, kain tidak dipindah-pindah atau digeser saat proses pembuatan.

Saat akan digunakan, meja akan terlebih dahulu dilapisi dengan busa yang tebalnya sekitar 10 cm. Selain itu, dilengkapi juga dengan kain blacu dan kain serak tipis lembab.

3. Kompor

Kompor ini penting banget buat memanaskan lilin agar tetap cair. Kompor yang digunakan biasanya diletakkan agak tinggi agar memudahkan pengrajin ketika membatik.

4. Loyang

Loyang ini digunakan sebagai tempat malam yang dipanaskan. Jadi, loyang akan ditempatkan di atas kompor.

Alat ini umumnya terbuat dari bahan tembaga berbentuk lingkaran. Diameter loyang antara 40-50 cm dengan tinggi 4,5 cm. Karena ukurannya cukup besar, loyang beratnya bisa mencapai 3,5-5 kg.

5. Malam / Lilin

Lilin atau malam merupakan bahan yang penting banget buat ngebatik. Gunanya lilin adalah untuk perintang warna agar motif batik dapat terbentuk.

6. Kain Mori

Bahan selanjutnya yang nggak kalah penting adalah kain. Kain yang digunakan biasanya adalah kain mori. Mori ini merupakan kain tenun yang berwarna putih dan biasanya berbahan katun, polyester, sutra, dan rayon.

7. Pewarna Batik

Pewarna batik digunakan untuk mewarnai kain sehingga terbentuk motif yang dibuat. Ada dua jenis pewarna yang biasa digunakan, pewarna alami atau sintetis.

Dari yang sudah di jabarkan kamu juga pasti udah sadar kan alasan batik tulis menjadi lebih bernilai di banding batik cap?

Nah itu dulu ya pengetahuan tentang batik cap yang bisa kita bagikan untuk kamu, semoga bermanfaat